Perbedaan Software Engineering dan Web Engineering

28 Apr

Software Engineering:

Rekayasa perangkat lunak (Software Engineering) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas.

IEEE Computer Society mendefinisikan rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak. rekayasa perangkat lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.

 

Web Engineering:

Web engineering (rekayasa web) adalah suatu proses yang digunakan untuk menciptakan suatu sistem aplikasi berbasis web dengan menggunakan ilmu rekayasa, prinsip-prinsip manajemen dan pendekatan sistematis sehingga dapat diperoleh sistem dan aplikasi web dengan kualitas tinggi. Singkatnya adalah Web Engineering merupakan proses pembuatan webApps berkualitas tinggi.

- Web engineering tidak seperti Software Engineering, tetapi Web Engineering banyak memakai Software Engineering fundamental concepts dan principles. Penekanan terdapat pada penggunaan teknik dan management activities yang sama.
- Outputnya adalah “the operational WebApp”.
- Web Engineering dimulai dari formulation-an activity that identifies the goals and objectives of the Web App.
- Umbrella Activities diterapkan pada Software Engineering Work- SQA, SCM, project management-apply to all Web Engineering projects.

 

Cohesion

1 Apr

COHESION adalah keeratan hubungan elemen-elemen di dalam suatu modul. Jenis – jenis Cohesion dari yang keeratannya lemah/buruk hingga yang keeratannya baik/kuat antara lain adalah :

Coincidental Cohesion - merupakan elemen yang tidak mempunyai hubungan.

contoh :  

File Processing

    Open employee updates file

    read employee record

    print_page heading

    open employee master file

    set page_count to one

    set error_flag to false

End

2  Logical Cohesion - merupakan elemen-elemen yang melakukan kegiatan dengan kategori yang sama. Parameter  yang di masukkan menentkan kegiatan yang dilaksanakan. Tidak semua kegiatan akan dikerjakan.

contoh :

Read_all_files(file_code)

    CASE if file_code

       1 : read customer_transaction record

              IF not EOF THEN

              increment cust_trans_count

       2 : read customer_master record

          IF not EOF THEN

             increment cust_master_count

      3 : read product_master record

          IF not EOF THEN

             increment product_master_count

          ENDIF

    ENDCASE

END

3  Temporal Cohesion - merupakan elemen-elemen yang terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempunyai hubungan dalam waktu. Tidak memperhatikan urutan.

Contoh :

Initialisation

    buka file transaksi

    total_transaksi = 0

    total_pen = 0

    baris = 30

    no = 0

    hal = 0

END

4   Procedural Cohesion - merupakan hubungan antara elemen yang satu dfengan yang lainnya dikarenakan urutan statement. Satu kegiatan dengan kegiatan lain tidak berhubungan. Elemennya dapat dipecahkan menjadi Functional.

Contoh :

Read_student_record_and_total_student_Ages

    set number_record to zero

    set total_age to zero

    read student_record

    DO WHILE more records exist

        add age to total_age

        add 1 to number_records

        read student_record

    ENDDO

    print number_record, total_age

END

5   Communicational Cohesion - ciri-cirinya adalah kegiatan yang dilakukan lebih dari satu, menggunakan data yang sama, dan dapat dijadikan Functional.

Contoh :

Proses_perhitungan

    C = A + B

    D = A – 1

    E = A * B

    F = A / B

    G = A mod B

END

6   Sequential Cohesion –  mempunyai pekerjaan yang beruntun. Kegiatan yang dilakukan lebih dari satu, hasil dari kegiatan sebelumnya menjadi masukan bagi kegiatan selanjutnya, dapat juga di pecah menjadi Functional.

Contoh :

Menghitung_penjualan

    IF JB > 300 THEN

        POT = JB * HB * 0.15

    ELSE

        IF JB > 200 THEN

            POT = JB * HB * 0.1

        ELSE

            IF JB > 100 THEN

                POT = JB * HB * 0.05

            ELSE

                POT = 0

            ENDIF

        ENDIF

    ENDIF

    P = JB * HB – POT 

    TP = TP + P

END

7  Functional Cohesion -  hanya mempunyai satu tugas, menghasilkan satu hasil atau satu parameter output, bisa satu atau lebih parameter input.

Contoh :

Menghitung_pajak_penjualan

    IF harga > 5000 THEN

        pajak = harga * 0.25

    ELSE

        IF harga > 4000 THEN

            pajak = harga * 0.2

        ELSE

            IF harga > 3000 THEN

                pajak = harga * 0.15

            ELSE

                IF harga > 2000 THEN

                    pajak = harga * 0.1

                ELSE

                    pajak = 0

                ENDIF

            ENDIF

        ENDIF

    ENDIF

END

Pengertian, Fungsi, dan Contoh dari Data Flow Diagram(DFD)

11 Mar

Pengertian Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram atau sering disingkat DFD adalah perangkat-perangkat analisis dan perancangan yang terstruktur sehingga memungkinkan peng-analis sistem memahami sistem dan subsistem secara visual sebagai suatu rangkaian aliran data yang saling berkaitan.

Simbol dalam Data Flow Diagram

gambar 1.1 Simbol-simbol dalam DFD

Entitas  biasanya diberi nama dengan kata benda.

Aliran data merupakan perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain (penggambarannya dengan cara kepala tanda panah mengarah ke tujuan datanya.

Proses biasanya selalu menunjukkan suatu perubahan data dan terjadinya proses transformasi data.

Penyimpanan Data (data store) diberi nama dengan kata benda, sesuai dengan data yang disimpan didalamnya.

Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :

1. Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.

2. Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar  yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.

3. Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.

Fungsi DFD

Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :

  • Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
  • DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
  • DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

Contoh DFD 

Diagram Konteks

 

gambar 1.2 Diagram Konteks (diagram level 1)

Diagram Nol

gambar 1.3 Diagram Nol (DFD Level 2)

Diagram Rinci

gambar 1.4 Diagram Rinci (DFD Level 3)

Metode Spiral

11 Mar

 

Agar penelitian dapat menghasilkan requirement yang benar-benar lengkap sesuai
dengan keinginan user, maka digunakan metode spiral.
Dalam metode spiral ini dibagi menjadi 4 tahap untuk memperjelas kebutuhan

user. Dalam setiap tahap terdiri dari beberapa proses antara lain : analisa aplikasi,
pembuatan dan validasi, evaluasi, dan juga perencanaan dari hasil evaluasi.

Cara mengembangkan Software

26 Feb

Peggy Pang

Cara saya mengembangkan software adalah dengan memahami dengan rinci apa yang diminta oleh soal dan memikirkan algoritma pemecahan masalahnya. Kemudian, saya mulai membuat software tersebut tahap demi tahap sesuai dengan apa yang diminta oleh soal, sedikit demi sedikit. coding – compile – coding – compile. Jika tahap pertama belum selesai, maka tahap kedua belum bisa dilanjutkan karena akan menjadi beban tersendiri yaitu kemungkinan error pada saat program di-compile lebih besar. Namun terkadang, apa daya dengan waktu yang diberikan untuk membuat software sangat sedikit terutama pada saat ujian, memaksa saya untuk menyelesaikan seluruh poin-poin dalam soal sekaligus. Alhasil, pada saat software atau program telah selesai dibuat, saya harus mengingat-ingat lagi adakah poin yang kurang di dalam program yang telah saya buat.

 
Devina Frederica

biasanya sebelum mengembangkan suatu software, saya membaca dulu apa yg diminta dan diperlukan dalam software yang akan di bangun. setelah cukup paham, saya membuat rancangan sederhana dari software dalam selembar kertas. dari rancangan sederhana itu, saya mulai menuliskan program (coding dikertas juga). melakukan compile manual seperti simulasi. dan biasanya program akan saya buat satu per satu berdasarkan poin yang diminta.

 
Hidria Irava

pertama-tama, saya akan menganalisa kebutuhan dr software. kemudian memberikan definisi yg diminta, merancang program dan sistemnya, membuat program, lalu melakukan uji coba program.

 

 

Calvianto Bayu Yudhistiro

pertama : memikirkan fitur apa yg kira2 dibutuhkan
kedua : membuat rancangan
ketiga : dibuat softwarenya
keempat : melakukan pengecekan
kelima : jika sudah tidak ada kesalahan, maka software bisa di pasarkan.

 
Christophorus Kris

dalam gambaran saya, mengembangkan suatu software membutuhkan beberapa tahap yang harus dilakukan. Tahap pertama adalah memahami persoalan yang dimaksud, dalam hal iniadalah menganalisa apa saja yang diperlukan dan yang diinginkan dari software yang akan dikembangkan, dengan cara memperoleh informasi dari. Setelah informasi rinci, tahap selanjutnya adalah menganalisa dan merancang software yg akan dibuat, dengan diagram-diagram seperti flowchart diagram, serta menentukan function-function atau class yang dibutuhkan. Tahap ketiga adalah programming, yaitu menginterpretasikan kebutuhan ke dalam bahasa pemrograman. Tahap berikutnya apabila penerjemahan ke bahasa pemrograman selesai adalah meneliti kembali, menganalisa bug, dan menemukan solusi yang lebih sederhana. Tahap terakhir adalah publikasi software, atau kita memberikan program kita kepada user yang meminta.

 

Billy Permana Halim

Cara saya mengembangkan software adalah dengan memahami apa yang di inginkan oleh konsumen terlebih dahulu. kemudian saya akan membuat rancangan program dalam bentuk pseudo code terlebih dahulu. setelah pseudo code selesai maka akan di coba di compile dan jika berhasil maka saya akan keluarkan versi beta terlebih dahulu agar saya bisa mendapat report apakah di dalam software yang saya buat masih banyak terdapat bug. jika masih banyak terdapat bug maka saya akan memperbaiki bug – bug tersebut dan setelah fix maka saya akan launch lagi dan software tersebut akan terus di kembangkan sesuai dengan permintaan costumer.

 

Muhammad Afif Pratama

menurut saya cara mengembangkan sebuah software adalah dengan
merencanakannya terlebih dahulu akan jadi seperti apakah software ini nantiselanjutnya adalah dengan implementasi perencaan software tersebut selanjutnya diimplementasikan kepada pengunaan yang sesunguhnya dan selanjutnya setelah perencanaan software tersebut telah diimplementasikan sekarang saatnya software tersebut diuji apakah berjalan sesuai dengan rencana atau tidak akhirnya setelah software tersebut berjalan sesuai dengan rencana kini saatnya membuat dokumentasi

Kesimpulan

Cara terbaik mengembangkan software mnurut kami adalah dengan memahami persoalan dari klien atau persoalan yang terjadi. Kemudian, tahap selanjutnya adalah menganalisa kebutuhan yang diperlukan. Setelah itu, sebaiknya kita membuat pseudocode dari software yang akan dibuat. Tujuannya adalah supaya kita dapat mengetahui secara garis besar seperti apa peranti lunak yang akan kita kembangkan. Tahap selanjutnya barulah kita melakukan coding. Tidak lupa untuk melakukan dokumentasi.
Ketika software tadi selesai dibuat, sebaiknya ada tahap selanjutnya, yaitu pemeliharaa software Tujuannya adalah memperbaiki kekurangan-kekurangan software seperti bug yang terjadi.

Hello world!

20 Feb

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.